Rabu, 04 Mei 2016

Apa Tasmu Membahayakan Kesehatan? Ini Yang Perlu Kamu Tahu



Wanita tak pernah lepas dari tas, entah itu tas tangan, tas selempang, tas jinjing dan tas lainnya. Wanita selalu punya banyak barang untuk dibawa dan pasti akan membutuhkan banyak tas karena biasanya kita akan memakai tas berbeda untuk momen yang berbeda, benar kan? 

Tapi ada beberapa hal yang ternyata perlu kamu tahu tentang tas yang biasanya kamu pakai ladies. Tas ternyata bisa jadi benda yang kamu butuhkan sekaligus berpotensi membahayakan kesehatan. Seringkali yang terjadi adalah karena terlalu banyaknya barang bawaan dalam tas, seperti tablet, buku, tas make up, bahkan laptop. 

Seperti dikatakan  Dr. Emily Kiberd dari Urban Wellness Clinic, tas yang kamu miliki adalah sumber dari sakit kepala dan nyeri di tubuh yang menyerangmu. Seringnya membawa barang-barang berat di dalam tas serta cara membawa tas berpengaruh besar terhadap keseimbangan dan kesehatan tubuh. 

Ketidakseimbangan membawa tas (asimetris) di satu bahu saja bisa memberikan banyak tekanan di tubuh. Dokter Emily Kiberd  menyarankan para wanita untuk mengganti posisi membawa tas tangan setiap 5 menit sekali jika berjalan membawanya sehingga bisa lebih seimbang.

Bukan hanya itu, postur tubuh saat membawa tas juga harus tegap, jangan membungkuk atau terlalu membusung. Kurangi sering-sering membawa tas selempang atau jinjing. Lebih sering membawa tas ransel jika bawaan kamu berat. Berat tas sebaiknya juga tidak lebih 10% dari  berat tubuhmu.

Nah, sekarang kamu sudah bisa menilai kan seperti apa tasmu, apakah yang mendukung kesehatanmu atau justru membahayakan tubuh.

Nenek Ida Keeling, Tetap Lari Maraton Meski Berusia 100 Tahun



 Usia tak membatasi seseorang untuk menjalani apa yang mereka inginkan, tak membatasi seseorang untuk mencapai apa yang membuat mereka bahagia. Itulah yang juga dilakukan oleh Ida Keeling, wanita yang kini sudah berusia 100 tahun. Nenek Ida mungkin juga salah satu wanita dengan usia 100 tahun yang menjadi pelari maraton di dunia ini.

Tak seperti pelari pada umumnya yang berusia muda dan masih bisa berlari dengan cepat, nenek Ida pun tak bisa dianggap remeh. Nenek yang masih sering olahraga dan berlari keliling kompleks rumahnya ini ternyata adalah juara nasional lari 60 meter untuk kategori usia 95-99 tahun.

Kekuatan dan ketahanan tubuhnya ini tak lepas dari peran anak perempuan yang mengenalkannya pada olahraga lari sekian tahun lalu saat usianya masih 67 tahun. Anak perempuannya membuatnya mau berlari untuk mengatasi depresi yang ia derita karena kehilangan dua anak laki-lakinya akibat penggunaan obat-obat terlarang.

copyright by ohio.com/nydailynews.comcopyright by ohio.com/nydailynews.com

Nenek Ida sendiri adalah seorang single mother dan ia menjalani hidup yang tak mudah. Ia menjalani banyak pekerjaan untuk bisa membiayai kehidupannya dan anaknya, mulai dari pembantu, babysitter, penjahit hingga mengelap kaca. Itulah mengapa, ia mengalami depresi berat ketika kehilangan dua anak laki-lakinya.
Untungnya, hal itu tak berlangsung selamanya, karena anak perempuannya yang peduli membuatnya punya semangat lagi untuk menjalani hidup dan menjadi orang yang lebih baik, dengan berlari. Ternyata, ia tak sia-sia berlatih. Bukan hanya lepas dari depresi, ia juga membanggakan dirinya sendiri dan menjadi wanita yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.

copyright by well.blogs.nytimes.comcopyright by well.blogs.nytimes.com

Kini ia masih sering berlatih lari, terkadang juga masih ditemani anaknya berlari bersama. Ia juga berkata, ia tak ingin menjadi nenek tua yang hanya duduk di kursi tak bisa melakukan apa-apa. Ia juga menyarankan banyak orang untuk bangun dan melakukan hal yang lebih baik, karena usia bukan batasan. 

Wah, kagum ya sama nenek Ida yang masih punya semangat tinggi dan menjalani hidup sehat. Jadi termotivasi untuk hidup sehat juga kan?

Mencegah Keputihan dengan Cara Cerdas



Warna putih belum tentu bersih, bisa jadi adanya hal yang tidak beres dalam tubuh. Ditinjau dari beberapa faktor penyebabnya gejala dari keputihan tidak bisa dibilang sama rata. Menjaga kebersihan miss v adalah kunci utama untuk menghindar masalah keputihan. Selain membuat tidak nyaman keputihan juga membuat bau tidak sedap di area sekitar miss v.
Keputihan dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara. Berikut adalah cara mencegah keputihan seperti yang dilansir top10homeremedies.com yaitu:
  1. Setiap kali menggunakan toilet bersihkan miss v dengan seksama, jangan biarkan miss v kotor karena menyebabkan kuman penyakit mudah menempel.
  2. Jangan menggunakan bedak pada miss v. Partikel bedak akan mengendap pada vagina yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur. Selain itu bedak dapat mengurangi kelembapan alami miss v.
  3. Selalu gunakan pakaian dalam yang kering dan bersih. Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat sehingga menyebabkan sirkulasi udara di miss v tidak lancar.
  4. Saat menstruasi teratur mengganti pembalut sangat disarankan agar tidak digunakan sebagai sarang kuman penyakit.
  5. Jika kamu menggunakan pantyliner rutin menggantinya sangat disarankan. Hindari memakai pantyliner seharian karena dapat menyebabkan penyakit.
  6. Jika terpaksa menggunakan toilet umum pilih toilet jongkok. Jika memang hanya ada toilet duduk, bersihkan dengan tisu sebelum kamu menggunakannya.


Menjaga kebersihan miss v akan membuat kamu terhindar dari masalah keputihan. Untuk mengobati keputihan secara alami kamu dapat memanfaatkan air rebusan daun sirih. Gunakan air daun sirih untuk membasuh miss v. Selamat mencoba.

Ternyata, Anak Yang Lahir Dari Ibu Usia Tua Lebih Sehat & Pintar





Meskipun wanita dengan usia tua menghadapi risiko lebih besar mengalami masalah kesehatan saat hamil, namun ada hal lain yang menjadi kelebihan jika kamu hamil di usia 30 tahun ke atas. Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak yang terlahir dari ibu dengan usia tua ternyata lebih baik dalam beberapa faktor.

Para peneliti menggunakan data lebih dari 1,5 juta orang dewasa di Swedia dan menemukan bahwa mereka yang terlahir dari ibu-ibu yang hamil di usia akhir 30 tahun hingga 40 tahun-an cenderung punya tubuh lebih tinggi, lebih sehat dan lebih cerdas dari kebanyakan anak yang lahir dari ibu muda.

Hasil penelitian didapat dari data kelahiran orang antara tahun 1960 hingga 1991. Secara umum, mereka menemukan bahwa orang-orang dewasa yang terlahir dari ibu dengan usia tua cenderung punya nilai tinggi di sekolah dibanding mereka yang lahir dari ibu dengan usia di bawah 30 tahun.
 
Bahkan beberapa data menunjukkan bahwa laki-laki yang lahir dari ibu usia tua punya tubuh lebih tinggi dan lebih sehat. Namun tentu saja bukan berarti hal ini jadi jaminan bahwa anak akan lebih unggul dibanding anak yang lahir dari ibu muda.

Pilihan untuk hamil bagi setiap wanita memang berbeda-beda dan tentu saja ibu yang hamil di usia 40 tahun-an punya lebih banyak risiko kesehatan dibanding wanita yang hamil di usia 20 tahun-an. Beberapa hal juga berisiko besar untuk anak yang dikandung ibu dengan usia tua, seperti misalnya kondisi Down Syndrome, autisme dan beberapa gangguan lain.

Tentu hal ini tak bisa dijadikan standar untuk mengandung anak, karena semakin tua usia wanita semakin menurun kemungkinan untuk hamil, dan kemampuan untuk mempertahankan kehamilan juga lebih sulit. Wanita mengalami penurunan tingkat kesuburan secara drastis di usia 35 tahun.

Namun bagi kamu yang memang baru diberi kesempatan untuk bisa hamil di usia tua, jangan terlalu khawatir, karena kemungkinan anak kamu akan terlahir lebih cerdas dari anak biasanya. Tentu dengan tetap harus menjaga kesehatan ya ladies.

Tak Jadikan Menstruasi Penghalang, Kiranti Ajak Wanita Rutin Yoga



Banyak wanita mengalami nyeri berlebihan saat menstruasi datang yang akhirnya menjadi kendala bagi mereka dalam beraktivitas. Apalagi di masa modern seperti ini, wanita dituntut untuk selalu aktif dan energik dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka.
Stay Fresh and Healthy with Kiranti mengajak wanita Indonesia tidak menjadikan menstruasi sebagai halangan dan tetap segar dalam menjalani aktivitas hariannya, yaitu dengan kembali kepada bahan-bahan alami serta rutin melakukan yoga.
Menurut Yudhi Widdyantoro sebagai Founder dari Komunitas Yoga Gembira menjelaskan bahwa yoga pada dasarnya bertujuan untuk menyatukan tubuh, pikiran, dan jiwa, serta membuat ketiganya dapat bekerja seimbang.
"Ini akan sangat membantu untuk mengatasi masalah-masalah menstruasi yang telah disebutkan di atas. Melalui beberapa gerakan yoga sederhana, rasa nyeri ketika menstruasi dapat mereda karena yoga membuat otot-otot menjadi lebih rileks," terang Yudhi kepada Vemale saat ditemui dalam acara Stay Fresh and Healthy with Kiranti di Plaza Semanggi Jakarta Sabtu 30 April 2016.

Mengatasi nyeri haid dengan olahraga yoga bersama Kiranti/ Vemale.comMengatasi nyeri haid dengan olahraga yoga bersama Kiranti/ Vemale.com
Untuk mencegah nyeri haid, ada beberapa gerakan yoga yang sangat dianjurkan seperti head to knee pose (Janu Sirsasana) yaitu gerakan yoga dimulai dengan posisi awal duduk dengan satu kaki lurus ke depan dan kaki yang satunya dilipat menyentuh paha kaki sebelahnya.
"Selanjutnya, sentuh bagian kaki yang diluruskan ke depan dengan menggunakan tangan dan kepala hingga menyentuh lutut. Setelah itu, ulangi gerakan tadi pada kaki sebelahnya," tambah Yudhi.
Setiap gerakan yoga memiliki efek terapis yang berfungsi untuk memperlancar peredaran darah di seluruh tubuh. Selain fokus pada postur tubuh, yoga juga mampu menenangkan pikiran dan membuat kita masuk kepada fresh moment, di mana emosi kembali dapat teratur.


"Yoga sangat disarankan untuk dilakukan oleh wanita karena dapat memberikan manfaat yang banyak saat menstruasi datang sehingga tubuh tetap fit dan segar," jelasnya.

Ya Ampun, Wanita Ini Alami Haid Selama 5 Tahun Tanpa Henti



Umumnya haid yang dialami wanita berlangsung tujuh hari. Tapi pernah terbayang nggak mengalami haid lebih dari tujuh hari bahkan sampai bertahun-tahun? Mungkin terdengar mustahil, tapi ternyata ada wanita yang mengalami haid sampai lima tahun tanpa henti.
Chloe Christos, dia mengalami haid pertama kali saat berusia 14 tahun. Dilansir darihuffingtonpost.com,namun haid yang dialaminya tak kunjung berhenti sampai usianya 19 tahun. Jadi selama lima tahun itu Chloe mengalami haid tanpa henti. Wah, apa yang sebenarnya terjadi?
Bukannya pergi ke dokter, Chloe malah diam saja dan tak mencari bantuan. Sampai kemudian dia mengalami anemia parah dan susah pergi ke sekolah.
Ternyata Chloe didiagnosis menderita Von Willebrand disease(VWD) atau penyakit Von Willebrand. Penyakit Von Willebrand atau hemofilia vaskuler merupakan suatu gangguan hemostatik yang diwariskan sebagai sifat dominan autosomal dengan penetrasi bervariasi dan derajat klinis yang bervariasi juga. Sementara Von Willebrand Factor (VWF) merupakan protein dalam darah yang diperlukan untuk pembekuan darah. Kalau tidak terdapat cukup VWF dalam darah, atau tidak bekerja dengan baik, maka proses pembekuan darah akan memerlukan waktu lebih lama.
Dengan penyakit ini, proses pembekuan darah seseorang bisa butuh waktu lebih lama dari biasanya. Dan dalam kasus Chloe, haid yang dialaminya jauh lebih lama dari biasanya.

Foto: copyright huffingtonpost.comFoto: copyright huffingtonpost.com
"Aku tahu ada yang salah, tapi aku sungguh sangat malu untuk membicarakan soal ini. Aku merasa jadi orang yang sangat berbeda dan kesepian," ungkap Chloe.
Saat berusia 19 tahun, Chloe sampai harus mendapat infus zat besi agar bisa pergi ke sekolah. Namun, kadar zat besi dalam tubuhnya sangatlah rendah.
Rata-rata wanita kehilangan 20 cc hingga 60 cc darah selama haid. Namun, dalam kasus Chloe, ia kehilangan lebih dari 500 cc darah dalam kurun waktu empat hari saja.
Chloe sempat diberi pilihan untuk melakukan histerektomi (pengangkatan rahim atau uterus dengan metode pembedahan) tapi dia menolaknya. Terbayang akan mengalami menopause di usia 20an sudah membuatnya takut sendiri.
Sebagai stylist dan art director, Chloe sering bepergian untuk urusan pekerjaan tapi sering dirawat di rumah sakit karena kondisinya. Setelah memeriksakan dirinya di sejumlah pusat kesehatan lokal, Chloe akhirnya tinggal di Perth. Di sebuah klinik di Adelaide, Chloe mendapatblood product atau produk darah (semua bahan terapeutik yang dibuat dari darah manusia). "Aku ingat hari pertama aku menggunakan produk darah. Aku dikelilingi teman-teman yang memberiku dukungan besar dalam perjuangan ini di pusat perawatan di Perth. Rasanya itulah pertama kalinya aku merasa sangat bahagia setelah bertahun-tahun," ungkap Chloe.

Foto: copyright huffingtonpost.comFoto: copyright huffingtonpost.com
Kini, Chloe sudah mengalami haid normal yang berlangsung empat hingga lima hari. Dia mengaku sangat beruntung akhirnya bisa mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat setelah bertahun-tahun berjuang dengan rasa sakit yang dialaminya. Di usianya yang ke-27 tahun, Chloe membagikan kisahnya untuk meningkatkan kepedulian serta kewaspadaan akan gangguan pendarahan yang dialami wanita dan supaya para wanita yang mengalaminya tak ragu atau takut memeriksakan dirinya dan mendapat perawatan yang tepat.


Saat ini, Chloe aktif dalam berkampanye untuk meningkatkan kualitas perawatan dan akses untuk para wanita yang mengalami gangguan pendarahan (bleeding disorders) dan sedang mengumpulkan donasi untuk menghadiri World Federation of Haemophilia, World Congressbulan Juli mendatang.

Tahi Lalat, Titik Kecil Ketahui Potensimu Terserang Kanker Kulit



Matahari adalah bagian dari kehidupan, dan karena Indonesia menjadi salah satu negara dengan sinar matahari yang bisa ditemui setiap hari, maka kamu juga punya potensi terkena kanker kulit setiap harinya. Menakutkan ya? Tapi jangan khawatir, jika kamu bisa melindungi kulit dengan baik, kulit tak akan mudah terserang kanker.
Ada satu cara yang ditemukan oleh para peneliti untuk mengetahui seberapa besar potensi kanker kulit yang bisa kamu alami, yaitu dengan melihat tahi lalat. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology 2015 kemarin, jumlah tahi alat di lenganmu bisa jadi prediksi besar tidaknya kamu terserang melanoma/kanker kulit.
Para peneliti di King's College London mengumpulkan data dari 3.594 wanita kembar Inggris dari 1995 hingga 2003. Semua perempuan ini menjalani tes kulit untuk mengetahui berapa banyak tahi lalat di tubuh. Ada korelasi antara jumlah tahi lalat di lengan tangan kanan dan tahi lalat di seluruh tubuh.
Wanita dengan tahi lalat lebih dari 11 di sekujur tangan kanan mereka punya kemungkinan 9 kali lebih besar tahi lalat ditemukan di sekujur tubuh, dan semakin banyak tahi lalat, semakin besar pula kemungkinan terserang kanker kulit. Peneliti menyatakan bahwa risiko kanker meningkat 4% per tahi lalat yang ditemukan di tubuh.
Tapi perlu digarisbawahi, bahwa penelitian ini hanya dilakukan pada wanita berkulit putih (ras Kaukasia), dan saat ini masih dilakukan pada wanita Amerika saja. Untuk wanita Asia, jarang yang memiliki begitu banyak tahi lalat.


Namun perlu diwaspadai pula, bahwa ada tahi lalat yang memang berpotensi kanker dan ada yang tidak. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mengetahui lebih pasti ya ladies.